-->

Kesalahan Dalam Berpakaian Yang Sering Dilakukan Pendaki

Seringkali dijumpai, para pendaki seperti salah kostum. Salah satunya adalah mengenakan jaket. Apakah kalian juga sering mengenakannya selama perjalanan? 

Sekilas memang tidak ada yang salah. Jaket memang punya fungsi untuk menghangatkan tubuh. Tetapi, jaket tidak seharusnya dikenakan setiap saat. 

Pemanfaatan jaket yang kurang pas waktunya hanya akan membuat kalian mengalami sejumlah permasalahan. Disadari atau tidak, inilah kenyataannya. Makanya, kalian sebaiknya lebih cerdik dalam mengenakannya. 

pakaian-utama-pendaki-selama-perjalanan-atau-trekking

Asumsi Mengenai Jaket Dan Cuaca Di Gunung 


Tidak dipungkiri bahwa jaket menjadi perlengkapan pendukung dalam kegiatan mendaki. Jaket berfungsi untuk menghangatkan tubuh. Ini memang benar adanya. 

Sementara gunung biasanya memiliki cuaca yang cenderung lebih dingin. Terpaan angin di dalam rindang pepohonan menambah suasana dingin. Makanya, banyak yang menggunakan pakaian tebal ketika mendaki. 

Apakah ini dibenarkan? Sebenarnya tidak ada salah dan benar. Cuma hanya sebatas asumsi yang agaknya lebih masuk akal. 

Asumsi para pendaki adalah jaket menjadi kebutuhan utama. Jaket ini harus digunakan setiap saat. Karena memang iklim di gunung begitu dingin. 

Tetapi harus dipahami bahwa pemanfaatan jaket terlalu sering malah kurang baik. Ingat, kalian sedang beraktifitas yang membuat tubuh terus berkeringat. 

Jalan beberapa langkah saja, keringat kalian sudah berkucuran. Terlebih jika posisi trekking. Sudah pasti, keringat dingin dan suhu tubuh menjadi meningkat. 

Ketika kalian terus mengenakan jaket, tubuh malah menjadi semakin panas. Semakin panasnya tubuh membuat keringat semakin deras. Tubuh menjadi lembab, penuh dengan air keringat yang berpotensi masalah. 

Semakin banyak keringat yang keluar, semakin banyak pula cairan tubuh yang hilang. Hilangnya cairan ini sedikit banyak berpengaruh pada kondisi kesehatan. Kalian bisa menjadi semakin lelah, bahkan cenderung hilang keseimbangan. 

Beruntung jika persediaan air cukup banyak. Kalian bisa mengisi cairan tubuh kapanpun. Tapi apakah bisa bertahan lebih lama sampai ke puncak? 

Menyadari akan kondisi demikian, kalian sebaiknya tidak mengenakan jaket setiap waktu. Ada waktu khusus dimana kalian baru dikatakan cerdik jika mengenakannya di waktu tersebut.

Waktu Yang Pas Untuk Mengenakan Jaket 


Bicara mengenai waktu mengenakan jaket, jaket gunung akan pas dipakai saat istirahat. Misalnya saat kalian mulai mendirikan tenda. Bisa di pertengahan jalan, ataupun di sekitar puncak. 

Alasannya sangat sederhana. Kalian tidak banyak melakukan pergerakan yang membuat tubuh semakin hangat. Ketika diterpa angin, kalian masih bisa menghangatkan tubuh dengan jaket tersebut. 

Bahkan beberapa orang yang sudah beristirahat akan menyempatkan untuk minum dalam keadaan hangat. Misalnya minum kopi ataupun jahe. Yang terbaik adalah jahe. 

Sementara bila melakukan perjalanan seperti trekking, kalian cukup mengenakan kaos. Kaos ini sudah cukup untuk membuat tubuh semakin nyaman. 

Pemakaian kaos sudah cukup untuk menahan keringat berkucuran lebih deras. Meskipun itu dilakukan di malam hari, kaos nampaknya masih rekomended. Kalian bisa memperhatikan para pendaki senior. 

Kebanyakan pendaki tersebut pasti mengenakan kaos yang sifatnya mampu menyerap keringat. Mereka tahu betul jika memakai jaket malah menimbulkan masalah baru. Nah, apakah kalian sepemikiran?

0 Response to "Kesalahan Dalam Berpakaian Yang Sering Dilakukan Pendaki"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

–>